Postingan

Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei

Gambar
Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei                                                                                                                    Puisi persembahan dari istri dan anak-anak untuk Asep Rohmandar, merayakan ulang tahunnya pada 23 Mei 2026. Puisi ini merangkum peran beliau sebagai ayah, suami, pemikir, dan pejuang nilai-nilai Sunda-Nusantara. Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei (Persembahan di Ulang Tahun ke-48+ Asep Rohmandar, 23 Mei 2026) Di bawah langit Bandung yang teduh, Angin Mei membawa bisik rindu dan syukur. Hari ini, kalender menandai satu titik waktu, Saat engkau lahir, menjadi pelita bagi kami sekeluarga. Untuk Ayah, Sang Pem...

Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol kejayaan Kerajaan Sunda yang menegaskan identitas budaya, legitimasi politik, dan filosofi kasih sayang antara pemimpin dan rakyat. Keduanya kini perlu dipahami secara akademik agar tidak sekadar dianggap mistis, melainkan sebagai fondasi peradaban Sunda yang relevan untuk masa depan.   🏛 Prasasti Batutulis: Jejak Sejarah Pajajaran - Prasasti Batutulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mengenang jasa Prabu Siliwangi (1482–1521).   - Lokasinya di Bogor, pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran.   - Mengandung catatan tentang penataan kota dan pemerintahan, bukti bahwa Sunda memiliki sistem birokrasi dan tata ruang yang maju.   - Kajian epigrafi menegaskan bahwa prasasti ini adalah dokumen politik dan budaya, bukan sekadar artefak batu.   👑 Mahkota Binokasih: Simbol Kasih dan Legitimasi - Mahkota Binokasih berasal dari Kerajaan Galuh, kemudian diwariska...

Cerpen Fiksi Keluarga : Bunga di Hari yang Lama Dinanti

Gambar
🌸 🌺 🌷 ✿ 🌼 ✦ Cerpen Keluarga ✦ ❦ Bunga di Hari yang  Lama Dinanti Tentang air mata yang bukan kesedihan, doa yang akhirnya dijawab, dan cinta yang tak pernah meminta balasan. 🎓 Genre: Keluarga · Drama 🌸 ~10 menit membaca 💜 Untuk Ibu di mana pun BACA I — Pagi Sebelum Segalanya Pagi itu Ibu bangun jam empat, jauh sebelum adzan Subuh menyapa. Bukan karena tidak bisa tidur — tapi karena ada yang ingin beliau lakukan sebelum siapapun di rumah terbangun. Beliau mengambil mukena usang bermotif bunga kecil, mukena yang sama sejak dua puluh tahun lalu, dan bersujud dalam gelap. Di dalam doa itu, satu nama selalu disebut paling lama. Nazwa. Anak bungsunya. Yang hari ini akan memakai toga. Ibu — berbisik dalam sajadah "Ya Allah, cukupkan rezekiku untuk melihat anakku wisuda. Itu saja. Satu itu saja." Doa itu dipanjatkan berulang kali — sejak Nazwa masuk semester tiga, sejak uang tabungan mulai menipis, sejak bapaknya meninggal di semester lima dan semua orang bilang mu...

Pejuang Perempuan Paling Awal di Sundaland Nusantara: Kiprah dan Warisan Sejarah

Pejuang Perempuan Paling Awal di Sundaland Nusantara: Kiprah dan Warisan Sejarah Pendahuluan Sejarah Nusantara menyimpan banyak kisah tentang perempuan pejuang yang telah berkontribusi dalam mempertahankan kedaulatan, memimpin perlawanan, dan menginspirasi generasi. Wilayah Sundaland (Sunda Besar) yang mencakup Indonesia bagian barat, Malaysia, dan sekitarnya memiliki catatan sejarah panjang tentang peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam perjuangan dan kepemimpinan. 1. Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga (Abad ke-7 M) Profil: Ratu Shima adalah salah satu figur perempuan paling awal yang tercatat dalam sejarah Nusantara. Ia memerintah Kerajaan Kalingga (Ho-ling) di Jawa Tengah sekitar tahun 674-703 M. Kiprah: - Menegakkan hukum dengan sangat ketat dan adil - Memutuskan tangan anaknya sendiri yang melanggar aturan kerajaan - Membangun hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan lain - Menjaga kedaulatan kerajaan dari ancaman eksternal Warisan: Ratu Shima menjadi si...

Analisis Strategi IPOI/MPKD dalam Pendidikan PAUD/TPA di Kabupaten Bandung dengan Standar PISA

Analisis Strategi IPOI/MPKD dalam Pendidikan PAUD/TPA di Kabupaten Bandung dengan Standar Pembelajaran Metode PISA                                                      Penulis : Wulan Sari Dewi 1, Tati Maryati 2, Mochamad Nursam 3.  1. Alumi FEB UNIBI Bandung; 2. Guru TPA/TPQ DKM Baiturrahman Sukapura Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat, Indonesia; 3. Pengamat Pendidikan Usia Dini, Bandung, Jawa Barat, Nusantara.                                                                                  Korespondensi : tmariati373@gmail.com, 62 821-2738-6059, samsejati257@gmail.com                      ...

Ahlaq, diri dan Ilmu

Berikut penjelasan tentang hubungan antara memperbaiki akhlak, meningkatkan kesadaran evaluasi diri, dan ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju takwa: 1. Memperbaiki Akhlak dengan Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan membantu seseorang memahami mana yang baik dan buruk secara objektif. Dengan ilmu, seseorang dapat: · Mengenali akhlak tercela (seperti sombong, iri, dusta) dan dampak negatifnya · Mempelajari teladan akhlak mulia dari para nabi, ulama, dan tokoh bijak · Memahami konsekuensi logis dari setiap perilaku 2. Meningkatkan Kesadaran Evaluasi Diri (Muhasabah) Evaluasi diri menjadi lebih efektif jika didasari ilmu: · Ilmu menganalisis niat → membedakan amal karena Allah atau karena pujian manusia · Ilmu tentang kelemahan diri → mengenali bias dan keterbatasan pribadi · Metode introspeksi sistematis → misalnya dengan jurnal harian, catatan kesalahan dan perbaikan 3. Ilmu Pengetahuan Sebagai Jalan Takwa Takwa adalah kesadaran selalu diawasi Allah. Ilmu memperkuat takwa melalui: a. Ilmu ...

Ketika Idul Fitri, Keluarga Jauh

Gambar
Di hari Idul Fitri, kita berkumpul dalam doa, Tapi jarak memisahkan, keluarga yang kita cintai. Hati terasa kosong, tanpa kehadiranmu, Tapi kita tetap bersyukur, atas kebersamaan yang lalu. Di negeri jauh, kamu merayakan, Dengan air mata dan senyum yang tak terkatakan. Kita di sini, merayakan dengan gembira, Tapi hati kita, tetap bersama. Kita ucapkan, "Selamat Idul Fitri", Kepada keluarga yang tercinta, di mana pun berada. Semoga kita, bisa berkumpul kembali, Dalam kebahagiaan, dan cinta yang tak terhingga. Di hari yang fitri, kita memaafkan, Kesalahan dan dosa, yang telah lalu. Kita juga, memohon maaf, Kepada keluarga, yang tercinta dan jauh. Semoga Idul Fitri, membawa kebahagiaan, Kepada keluarga, yang tercinta dan jauh. Semoga kita, bisa berkumpul kembali, Dalam kebahagiaan, dan cinta yang tak terhingga.