Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol kejayaan Kerajaan Sunda yang menegaskan identitas budaya, legitimasi politik, dan filosofi kasih sayang antara pemimpin dan rakyat. Keduanya kini perlu dipahami secara akademik agar tidak sekadar dianggap mistis, melainkan sebagai fondasi peradaban Sunda yang relevan untuk masa depan.
🏛 Prasasti Batutulis: Jejak Sejarah Pajajaran
- Prasasti Batutulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mengenang jasa Prabu Siliwangi (1482–1521).
- Lokasinya di Bogor, pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran.
- Mengandung catatan tentang penataan kota dan pemerintahan, bukti bahwa Sunda memiliki sistem birokrasi dan tata ruang yang maju.
- Kajian epigrafi menegaskan bahwa prasasti ini adalah dokumen politik dan budaya, bukan sekadar artefak batu.
👑 Mahkota Binokasih: Simbol Kasih dan Legitimasi
- Mahkota Binokasih berasal dari Kerajaan Galuh, kemudian diwariskan ke Sumedang Larang setelah runtuhnya Pajajaran.
- Nama lengkapnya Binokasih Sanghyang Pake: “Binokasih” berarti kasih sayang, “Sanghyang Pake” bermakna digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
- Ornamen mahkota melambangkan Tritangtu Sunda: silih asah (berbagi ilmu), silih asih (saling menyayangi), silih asuh (saling membimbing).
- Dipandang sebagai simbol legitimasi raja, sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan Sunda harus berlandaskan kasih dan kebijaksanaan.
🔎 Opini: Dari Mistis ke Akademik
- Transformasi cara pandang: Selama ini, banyak masyarakat melihat kedua benda ini dengan nuansa klenik. Padahal, keduanya adalah bukti kecerdasan politik, budaya, dan spiritual Sunda.
- Kajian akademik penting agar generasi muda memahami nilai sejarah secara utuh — mulai dari proses penciptaan, makna simbolik, hingga relevansinya bagi tata ruang dan pembangunan daerah.
- Relevansi masa kini: Mahkota Binokasih yang diarak dalam kirab budaya menunjukkan bahwa warisan Sunda bukan hanya nostalgia, tetapi bisa menjadi identitas kolektif yang memperkuat persatuan masyarakat Jawa Barat.
📌 Kesimpulan
Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih adalah dua pilar simbolik yang menegaskan kejayaan Sunda: satu sebagai catatan politik dan sejarah, satu sebagai simbol kasih dan legitimasi kepemimpinan. Opini saya: keduanya harus diposisikan sebagai landasan akademik dan edukatif, bukan sekadar pusaka mistis. Dengan begitu, Sunda tidak hanya dikenang sebagai masa lalu, tetapi juga dijadikan inspirasi untuk membangun masa depan yang berakar pada nilai budaya.
Komentar
Posting Komentar