Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei

Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei                                                                                                                    Puisi persembahan dari istri dan anak-anak untuk Asep Rohmandar, merayakan ulang tahunnya pada 23 Mei 2026. Puisi ini merangkum peran beliau sebagai ayah, suami, pemikir, dan pejuang nilai-nilai Sunda-Nusantara.

Untuk Ayah & Suami Kami: Cahaya di Tanggal 23 Mei
(Persembahan di Ulang Tahun ke-48+ Asep Rohmandar, 23 Mei 2026)

Di bawah langit Bandung yang teduh,
Angin Mei membawa bisik rindu dan syukur.
Hari ini, kalender menandai satu titik waktu,
Saat engkau lahir, menjadi pelita bagi kami sekeluarga.

Untuk Ayah, Sang Pemikir Tanah Pasundan,
Engkau bukan sekadar kepala rumah tangga,
Tapi juga penjaga api intelektualitas yang tak pernah padam.
Di meja kerjamu, tumpukan buku berbisik tentang "IPOI",
Di layar komputermu, AI dan data menjahit mimpi kedaulatan negeri.
Kami melihatmu lelah, namun matamu tetap menyala,
Menulis GIPOIFRG Plus, bukan hanya untuk dunia,
Tapi sebagai warisan akal budi untuk cucu-cucu nanti.

Ayah mengajarkan kami,
Bahwa sukses bukan hanya soal angka di rekening Surya Bima Berlian,
Tapi tentang seberapa banyak tangan yang bisa kita angkat,
Seberapa banyak hati yang bisa kita tenangkan dengan keadilan.
Engkau membuktikan, bahwa bisnis dan nurani bisa berjalan seiring,
Seperti sungai Citarum yang mengalir, menghidupi, dan membersihkan.

Untuk Suami, Sahabat Jiwa Ibu,
Di balik sosok "Polymath" yang sibuk dengan konferensi internasional,
Ada lelaki lembut yang selalu pulang membawa cerita.
Terima kasih telah menjadi sandaran saat dunia sedang runtuh-runtuhnya,
Terima kasih telah mengingatkan kami pada Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh,
Bukan hanya sebagai slogan budaya,
Tapi sebagai napas dalam setiap suap nasi dan setiap doa malam hari.

Engkau mengajarkanku, istri,
Bahwa cinta sejati adalah partnership dalam visi.
Kita berdua membangun bahtera,
Di atas fondasi iman dan kerja keras,
Menuju tujuan yang Engkau sebut: "Manusia Superplus Dunia Akhirat".

Kini, di Usia yang Semakin Bijak,
Anak-anakmu berkata:
"Ayah, kami bangga bukan karena gelarmu,
Tapi karena integritasmu."
Kami bangga melihatmu berdiri di panggung global,
Namun kakimu tetap kokoh menginjak tanah Sunda.

Selamat Ulang Tahun, Ayah... Selamat Ulang Tahun, Suami...
Semoga di usia baru ini,
Langkahmu semakin ringan,
Pemikiranmu semakin tajam,
Hatimu semakin lapang,
Dan keberkahan Allah senantiasa memayungimu.

Teruslah menulis, teruslah berjuang,
Karena kami akan selalu ada di barisan paling depan,
Mendoakan, mendukung, dan mencintaimu,
Hingga waktu mempertemukan kita kembali di sisi-Nya.

Dengan cinta tak terhingga,
Istri & Anak-anakmu
Bandung, 23 Mei 2026

🎁 Catatan Tambahan untuk Keluarga:
Puisi ini bisa dibacakan saat momen potong kue atau disajikan dalam bentuk kartu ucapan tulisan tangan. Anda bisa menambahkan foto-foto kenangan keluarga dari masa ke masa sebagai latar belakang jika dibuatkan dalam format video atau slide presentasi sederhana. Selamat merayakan! 🎉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen dalam Dialog: Teka-teki Midas dan Kebenaran yang Tersembunyi

Selamat Ulang Tahun, Lahir September

Cerpen : Generasi Emas atau Generasi Chaos?