Postingan

Puisi Empat Dari Wulan Sari Dewi

Gambar
Empah                                                        Oleh : Wulan Sari Dewi Feat Oneng                                                                        Rohmandar Asep, jiwa yang teguh,   berdiri di antara kabut dan peluh.   Langkahmu sederhana, namun penuh arti,   menyala seperti api di hati.   Asep, asap yang melayang bebas,   membawa pesan dari bumi ke langit luas.   Namamu menyatu, roh dan udara,   menjadi semangat yang tak pernah pudar.   Di tanah Sunda, angin berbisik,   membawa doa yang lembut dan apik.   Rohmandar Asep, cahaya yang hidup,...

Anaku Wulan Sari Dewi

Wulan, bulan yang bersinar lembut,   menyulam malam dengan cahaya yang hangat.   Sari, inti dari bunga yang mekar,   harummu abadi, menenangkan jiwa yang lapar.   Dewi, sang putri dari langit biru,   membawa pesona yang tak pernah layu.   Namamu tiga, namun satu makna,   keindahan, cahaya, dan cinta yang nyata.   Wulan Sari Dewi, laksana puisi,   menari di hati, abadi tak terganti.   Seperti bulan, bunga, dan dewi,   kau hadir sebagai harmoni sejati.

Oneng

Gambar
Oneng, nama sederhana penuh makna,   seperti embun pagi yang jatuh di bunga.   Langkahmu ringan, senyummu teduh,   membawa damai di hati yang rapuh.   Oneng, cahaya di desa yang tenang,   suaramu lembut, bagai nyanyian gamang.   Kehadiranmu laksana angin sore,   menyapu resah, menenangkan jiwa yang gundah.   Namamu singkat, namun bergetar,   menjadi kisah yang tak pernah pudar.   Oneng, engkau puisi yang hidup,   menyimpan rindu di setiap detik yang sunyi. Bandung, 22 Desember 2025

Ibu oh Ibu : Untuk Semua Ibu

Gambar
Ibu, oh ibu, Kau adalah cahaya, Yang menerangi hidupku, Dengan cinta dan kasih sayang. Di hari ibu, kami ucapkan, Selamat, dan terima kasih, Untuk semua pengorbananmu, Untuk semua cinta dan kasih sayangmu. Kau adalah pahlawan, Yang selalu ada untuk kami, Dengan sabar dan ikhlas, Kau membimbing kami. Ibu, oh ibu, Kami cintai kamu, Selamat hari ibu, Semoga bahagia selalu. Bandung, 17 Desember 2025

Untuk Yang Telahir Di Bulan Desember

Di bulan Desember, yang dingin dan teduh, Kamu lahir, oh keluarga ku, Dengan cinta dan kasih sayang, Kamu menjadi bagian dari hidupku. Di hari ulang tahunmu, Aku ingin mengucapkan, Selamat, dan terima kasih, Untuk semua cinta dan kasih sayangmu. Kamu adalah anugerah, Yang tak ternilai harganya, Kamu adalah keluarga, Yang selalu ada untukku. Di bulan Desember, yang penuh cinta, Kamu menjadi bagian dari hidupku, Dengan cinta dan kasih sayang, Kamu membuat hidupku lebih indah. Selamat ulang tahun, keluarga ku, Semoga kamu selalu bahagia, Dan semoga cinta dan kasih sayang, Selalu menyertaimu.

AYAH, PAHLAWAN KELUARGA SEBENARNYA

Gambar
AYAH, PAHLAWAN KELUARGA SEBENARNYA I. PAHLAWAN TANPA TANDA JASA Ayah tidak pernah minta dirayakan, Tidak ada medali di dadanya, Tidak ada tugu peringatan untuk perjuangannya, Tapi dialah pahlawan sejati dalam hidupku. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Ayah sudah bersiap untuk berperang, Bukan dengan pedang dan senapan, Tapi dengan keringat dan doa. Medan pertempuran ayah adalah jalanan kota, Musuhnya adalah kemiskinan dan ketidakpastian, Senjatanya adalah ketekunan dan kesabaran, Dan kemenangannya adalah senyum kami di rumah.  II. KEHENINGAN YANG BERBICARA Ayah tidak banyak bicara, Tapi setiap diamnya penuh makna, Ketika lelah setelah seharian bekerja, Ia tetap mendengarkan cerita kami. "Bagaimana sekolahmu, nak?" tanyanya lirih, Meski matanya hampir terpejam oleh lelah, Ia mendengar dengan sepenuh hati, Meski tubuhnya meminta untuk istirahat. Ayah tidak pandai merangkai kata cinta, Tidak seperti dalam film atau novel, Tapi setiap tetes keringatnya adalah puisi, Setiap naf...

Berdua Menuju Cahaya Untuk Istriku dan mantan pacarku

Berdua Menuju Cahaya Untuk Istriku dan mantan pacarku                         Kita berdua memulai perjalanan, Bukan ke negeri yang jauh di ujung sana, Tapi ke dalam relung jiwa yang dalam, Petualangan spiritual yang penuh makna. Tanganmu kugenggam erat-erat, Saat kita melangkah ke dimensi rohani, Di mana cinta bertemu dengan iman, Dan hati bersatu dalam kedamaian Illahi. Setiap shalat malam yang kita kerjakan, Adalah stasiun dalam perjalanan kita, Berdampingan dalam sujud yang khusyuk, Berbisik doa untuk dunia dan akhirat. Kau adalah sahabat dalam dzikir, Partner dalam memaknai ayat-ayat suci, Bersama kita menyelami hikmah, Yang tersembunyi di balik kata-kata. Saat fajar menyingsing merah keemasan, Kita duduk berdua di sajadah, Membaca Al-Qur'an dengan penuh penghayatan, Merasakan getaran cinta Sang Pencipta. Petualangan kita bukan mencari dunia, Tapi menemukan ketenangan batin, Kau mengajariku tentang sabar dan ikhlas, Ak...