Puisi Empat Dari Wulan Sari Dewi
berdiri di antara kabut dan peluh.
Langkahmu sederhana, namun penuh arti,
menyala seperti api di hati.
Asep, asap yang melayang bebas,
membawa pesan dari bumi ke langit luas.
Namamu menyatu, roh dan udara,
menjadi semangat yang tak pernah pudar.
Di tanah Sunda, angin berbisik,
membawa doa yang lembut dan apik.
Rohmandar Asep, cahaya yang hidup,
menjadi kisah yang selalu ditutup dengan senyum.
Komentar
Posting Komentar