Oneng
seperti embun pagi yang jatuh di bunga.
Langkahmu ringan, senyummu teduh,
membawa damai di hati yang rapuh.
Oneng, cahaya di desa yang tenang,
suaramu lembut, bagai nyanyian gamang.
Kehadiranmu laksana angin sore,
menyapu resah, menenangkan jiwa yang gundah.
Namamu singkat, namun bergetar,
menjadi kisah yang tak pernah pudar.
Oneng, engkau puisi yang hidup,
menyimpan rindu di setiap detik yang sunyi. Bandung, 22 Desember 2025
Komentar
Posting Komentar