Berdua Menuju Cahaya Untuk Istriku dan mantan pacarku

Berdua Menuju Cahaya
Untuk Istriku dan mantan pacarku                        
Kita berdua memulai perjalanan,
Bukan ke negeri yang jauh di ujung sana,
Tapi ke dalam relung jiwa yang dalam,
Petualangan spiritual yang penuh makna.

Tanganmu kugenggam erat-erat,
Saat kita melangkah ke dimensi rohani,
Di mana cinta bertemu dengan iman,
Dan hati bersatu dalam kedamaian Illahi.

Setiap shalat malam yang kita kerjakan,
Adalah stasiun dalam perjalanan kita,
Berdampingan dalam sujud yang khusyuk,
Berbisik doa untuk dunia dan akhirat.

Kau adalah sahabat dalam dzikir,
Partner dalam memaknai ayat-ayat suci,
Bersama kita menyelami hikmah,
Yang tersembunyi di balik kata-kata.

Saat fajar menyingsing merah keemasan,
Kita duduk berdua di sajadah,
Membaca Al-Qur'an dengan penuh penghayatan,
Merasakan getaran cinta Sang Pencipta.

Petualangan kita bukan mencari dunia,
Tapi menemukan ketenangan batin,
Kau mengajariku tentang sabar dan ikhlas,
Aku mengingatkanmu tentang syukur dan tawakal.

Dalam setiap perjalanan ke masjid,
Langkah kita seiring dan sejalan,
Mencari berkah di rumah Allah,
Sambil menguatkan cinta di antara kita.

Ketika badai kehidupan menerjang,
Kita berlabuh di pelabuhan spiritual,
Shalat menjadi peneduh jiwa kita,
Doa menjadi kompas dalam kegelapan.

Kau adalah mihrab dalam hidupku,
Tempat aku bersimpuh mencari ketenangan,
Aku adalah tasbih di tanganmu,
Yang selalu mengingatkan pada-Nya.

Romansa kita berbeda dari yang lain,
Tidak hanya dibangun oleh cinta duniawi,
Tapi diikat oleh tali iman yang kuat,
Yang akan bertahan hingga surga nanti.

Setiap puasa yang kita jalani bersama,
Adalah latihan mengendalikan hawa nafsu,
Bukan hanya dari makan dan minum,
Tapi juga dari ego dan keserakahan.

Di malam-malam Ramadhan yang mulia,
Kita berdua menangis dalam tahajud,
Memohon ampunan untuk dosa-dosa,
Dan kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Petualangan spiritual kita terus berlanjut,
Melewati lembah ujian dan cobaan,
Tapi selama kita berdua berpegangan,
Pada tali Allah yang kokoh dan kuat.

Kau mengajariku makna cinta sejati,
Yang tidak hanya untuk kesenangan sesaat,
Tapi cinta yang membawa pada-Nya,
Yang akan kekal abadi selamanya.

Dalam petualangan spiritual ini,
Kita menemukan surga dalam diri,
Bukan menunggu hingga setelah mati,
Tapi merasakannya di setiap detik kehidupan.

Mari kita terus berjalan bersama,
Menyusuri jalan spiritual yang suci,
Tangan di tangan, hati ke hati,
Menuju cahaya yang tak pernah padam.

Cinta sejati adalah yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen dalam Dialog: Teka-teki Midas dan Kebenaran yang Tersembunyi

Cerpen : Generasi Emas atau Generasi Chaos?

Selamat Ulang Tahun, Lahir September