Puisi untuk mengenang Mang Haji Anwar Setion

Puisi untuk mengenang Mang Haji Anwar Setion:                                                                                                                                                                                       1. Seorang pria dan wanita berpose di sebuah kursi singgasana. Wanita itu mengenakan jilbab kuning cerah. Mereka berdua tersenyum.)
2. Sekelompok orang berkumpul di depan sebuah rumah. Beberapa dari mereka terlihat saling berpelukan dan berjabatan tangan, dengan raut wajah yang menunjukkan kesedihan dan duka cita.)
3. Sejumlah orang berbaris menghadap ke sebuah peti jenazah yang ditutupi kain hijau. Mereka terlihat khusyuk dan hening, kemungkinan sedang melakukan salat jenazah.)

Senyummu terukir abadi dalam ingatan,
Di singgasana kehidupan yang kau jalani.
Kini, kau telah pergi,
Meninggalkan jejak kebaikan yang takkan pernah mati.
Pelukan hangatmu masih terasa,
Saat kami berkumpul melepas kepergianmu.
Air mata duka mengalir tak terbendung,
Namun, kami tahu, kau telah menemukan ketenangan.
Di saf-saf salat kami berdiri,
Mendoakanmu dengan sepenuh hati.
Kain hijau menyelimuti raga,
Mengantar kepergianmu ke surga.
Selamat jalan, Mang Haji Anwar Setion,
Kebaikanmu akan selalu kami kenang.
Semoga Allah SWT melapangkan kuburmu,
Dan menempatkanmu di sisi-Nya yang paling mulia.
Al-Fatihah.
Bojong Malaka, 20 September 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen dalam Dialog: Teka-teki Midas dan Kebenaran yang Tersembunyi

Cerpen : Generasi Emas atau Generasi Chaos?

Selamat Ulang Tahun, Lahir September