Puisi bakti seorang anak kepada ibu dan ayahnya !


Ayah, Ibu, Samudera Kasih Tak Bertepi.      Dari semua anak-anaknya ;                               
Wahai Ayah, engkaulah punggawa penempa jiwa,
Tiang arsy yang tegak, menahan badai angkara.
Setiap bisikmu adalah fatwa arif meresap sukma,
Mengukir peta hidup, dalam sunyi makna.
Dan Ibu, kaulah sutra bening penawar lara,
Mengalirkan ambar kasih dari telaga sukma.
Dalam dekapmu, kutemukan firdaus tak terkira,
Menumbuhkan asa, mekar di taman nirwana.
Dulu, ragaku embun pagi yang ringkih,
Kau genggam lembut, menuntun jejak langkah.
Kini, biarkan aku menjadi karang setia tak goyah,
Menjelmakan bakti, setiap hela napas, tanpa resah.
Setiap peluhmu adalah intan mutiara tak terperi,
Terpancar dari palung samudera pengorbanan suci.
Maka, biarlah hidupku biduk terkembang di bahtera,
Menjemput ridho Ilahi, di setiap ujana.
Kini, biarlah obor pengabdian ini tak redup,
Membasuh keriputmu, di senja usia yang merayu.
Menjadi sandaran kokoh, saat kalbumu merapuh,
Mengukir senyuman tulus, menghapus setiap gundah.
Semoga kelak, di taman keabadian yang hakiki,
Kita bersua, dalam pelukan cinta sejati.
Biarlah namaku menjadi zikir lirih di sana,
Sebagai bakti tak terperi, dari fana hingga kekal selamanya.
Ini sumpahku, prasasti abadi di sanubari,
Untukmu, Ayah, Ibu, purnama surgawi.
Semoga rahmat-Nya senantiasa meliputi,
Dalam bahtera kebahagiaan, abadi hingga Yaumil Akhir nanti.
Sukapura diantara sukaati dan Padasuka, Juni 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen dalam Dialog: Teka-teki Midas dan Kebenaran yang Tersembunyi

Cerpen : Generasi Emas atau Generasi Chaos?

Selamat Ulang Tahun, Lahir September