Fajar Khitan, Syukur Terhampar.
Fajar Khitan, Syukur Terhampar. buat anak-anak yang dikhitan
Mentari pagi menyapa perlahan,
Di ufuk timur, janji terpahat.
Bocah gagah, hati berdebar,
Menyambut takdir, sunnah terhormat.
Ayah ibu, mata berkaca haru,
Doa terangkai, kasih tak putus.
Di pembaringan, keberanian tumbuh,
Sepotong asa, masa depan mulus.
Pisau tajam, sekilas saja,
Sakit sesaat, hikmah abadi.
Tangis kecil, lalu senyum merekah,
Kini kau jantan, putra sejati.
Bunga melati, harum semerbak,
Mengiringi langkah, jiwa yang baru.
Ikrar suci, terucap di bibir,
Selamat datang, di dunia yang biru.
Keluarga berkumpul, sanak saudara,
Tawa riang, penuhi ruang.
Hidangan terhampar, berkat melimpah,
Syukur terucap, tak henti-hentinya.
Doa dipanjatkan, untuk sang bocah,
Semoga tumbuh, sehat dan cerdas.
Menjadi pelita, di tengah gelap,
Penebar kasih, sepanjang nafas.
Ini bukan hanya sebuah peristiwa,
Tapi ikatan, cinta tak terhingga.
Tradisi leluhur, terus terjaga,
Anak sunatan, kebanggaan keluarga.
Semoga berkah, selalu menyertai,
Langkahmu wahai, permata hati.
Diiringi doa, tulus mengalir,
Menjelma insan, mulia budi.
Bojongsoang, 30 Juni 2025
Komentar
Posting Komentar