Tradisi Lisan tradisional perlu perluasan dan Inovasi : Wawacan dan Guguritan ?
Memaknai Wawacan dan guguritan dalam budaya Sunda serta Penerapannya
Budaya Sunda merupakan salah satu dari berbagai budaya yang ada di Indonesia. Budaya Sunda memiliki banyak tradisi dan kesenian yang unik dan khas, salah satunya adalah wawacan dan guguritan. Dalam budaya Sunda, wawacan dan guguritan memiliki peran penting dalam menyampaikan makna dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Sunda. Dalam pengembangannya, wawacan dan guguritan telah memberikan dampak yang signifikan dalam memasyarakatkan budaya Sunda serta melestarikan warisan budaya nenek moyang.
Wawacan merupakan salah satu bentuk seni sastra lisan yang berasal dari tradisi Sunda. Wawacan biasanya berupa cerita-cerita yang disampaikan secara lisan dan diiringi dengan instrumen tradisional yang khas. Cerita-cerita dalam wawacan sering kali mengandung pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang hendak disampaikan kepada pendengarnya. Wawacan juga sering digunakan sebagai media untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, guguritan merupakan bentuk puisi lisan yang juga berasal dari budaya Sunda. Guguritan biasanya terdiri dari rangkaian kata-kata yang indah dan puitis yang diucapkan dengan irama yang khas serta diiringi dengan alat musik tradisional seperti angklung atau gamelan. Puisi-puisi dalam guguritan sering kali mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan alam, cinta, atau keindahan kehidupan sehari-hari. Guguritan juga sering digunakan sebagai media untuk mengungkapkan perasaan atau emosi yang tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata biasa.
Dalam penerapannya, wawacan dan guguritan telah memberikan dampak yang positif bagi pengembangan budaya Sunda. Kedua seni sastra lisan ini telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat Sunda dan turut menyumbang dalam melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya nenek moyang. Melalui wawacan dan guguritan, nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sunda dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Selain itu, wawacan dan guguritan juga turut memperkaya khazanah seni sastra Indonesia. Kedua seni sastra lisan ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh seni sastra lisan dari daerah lain. Dengan demikian, wawacan dan guguritan telah menjadi salah satu ciri khas dari budaya Sunda yang patut dilestarikan dan dikembangkan.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembangannya, wawacan dan guguritan juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan wawacan dan guguritan adalah minimnya minat generasi muda terhadap seni sastra lisan tradisional. Seiring dengan perkembangan zaman dan maraknya budaya populer, minat masyarakat terhadap wawacan dan guguritan semakin menurun. Hal ini dapat mengancam keberlangsungan dan kelestarian wawacan dan guguritan di masa mendatang.
Namun demikian, upaya untuk mempromosikan dan melestarikan wawacan dan guguritan juga terus dilakukan oleh berbagai pihak. Para seniman dan budayawan Sunda terus berupaya untuk mengenalkan wawacan dan guguritan kepada masyarakat luas, terutama kepada generasi muda. Mereka melakukan berbagai kegiatan seperti pentas seni, workshop, dan pelatihan untuk memperkenalkan dan mengajarkan seni sastra lisan tradisional ini kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga turut berperan dalam mempromosikan dan melestarikan wawacan dan guguritan. Program-program pendidikan seni dan budaya di sekolah-sekolah turut memasukkan wawacan dan guguritan sebagai salah satu materi pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap seni sastra lisan tradisional dan memperkuat keberlangsungan wawacan dan guguritan di masa mendatang.
Dalam kesimpulannya, wawacan dan guguritan merupakan bagian penting dari budaya Sunda yang memiliki nilai dan makna yang mendalam. Kedua seni sastra lisan ini tidak hanya memperkaya khazanah seni sastra Indonesia, tetapi juga menjadi simbol dari kekayaan budaya nenek moyang. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, wawacan dan guguritan tetap menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Sunda dan patut dilestarikan dan dikembangkan untuk generasi selanjutnya. Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, wawacan dan guguritan dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Sumber:
1. Subiyantoro, R. (2009). Seni Induk Wawacan dan sejarah perkembangannya. Malang: Universitas Negeri Malang.
2. Winarno, U. (2015). Puisi lisan Sunda: Sejarah, fungsi, dan bentuk. Bandung: Penerbit ITB.
Komentar
Posting Komentar