Puisi Pangeling Jeung Pangeuing Keur Kaluarga Oge Baraya !
PUISI: "NGARUWAT EKONOMI KU LOGIKA, NGAMUMULÉ ADAT KU TÉKNOLOGI"
Di tengah gempita zaman digital,
Keluarga Sunda bangkit berlogika:
"Aksi nyata" panggerak vital,
"Data" jadi peta, bukan sekadar angka!
Bapa ngolah sawah di kebon virtual,
Sensor AI ukur hujan dan panas;
Pranata Mangsa terkode algoritmik,
Hasil panen berlipat, rejeki pun bertalu-talu!
Ibu tenun batik di layar interaktif,
Mega mendung hidup dalam generatif AI;
Pasar global terbuka tanpa batas ruang,
Tapi tak lupa silih asih dalam setiap jahitan.
Anak-anak belajar koding di saung digital,
Kawih Sunda mengalir dari chatbot cerdas;
Warisan karuhun tersimpan di blockchain,
Tak lekang zaman, tetap lestari abadi!
Koperasi "Batur Sunda" tumbuh menjalar,
Gotong royong digital atasi krisis pangan;
Logika Euklid jamin harga tak semena,
Algoritma Alkharizmi sebarkan keadilan.
Lumbung pangan kini bertransformasi,
Leuit digital catat stok beras dan jagung;
Jika paceklik datang, sistem otomatis beraksi,
Nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara!
Maka bangkitlah, wahai keluarga Pasundan!
Pulihkan ekonomi dengan nalar dan karya:
Teknologi pelestari adat yang paripurna,
Logika pemandu keadilan semesta!
"Submit!" seru kami pada redaksi media,
Saksikan revolusi nyata di bumi Parahyangan:
Di mana kearifan lokal dan AI global,
Bersatu padu mencipta dunia berkelimpahan!
bumi Sunda Kiwari, 29 Mei 2025
Keterangan Puisi :
- Ngaruwat: Memulihkan (Sunda)
- Pranata Mangsa: Sistem penanggalan musim tradisional Sunda
- Mega Mendung: Motif khas batik Cirebon
- Saung: Gubuk tradisional
- Leuit: Lumbung pangan
- Nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara: Berpegang pada hukum, mendukung negara (filosofi Sunda)
#PulihBersama #AdatDigital #SundaBerkarya
Komentar
Posting Komentar